Selamat datang di sonoku.com

Membuat button pada saat runtime

Jarang sekali programmer membuat sebuah komponen/objek visual pada saat runtime. Artinya mereka membuat sebuah komponen visual pada saat program di jalankan (run). Biasanya semua dibuat pada saat mereka merancang tampilan program dengan meletakkan semua komponen seperti tombol (TButton), Combobox, dan lain sebagainya pada form. Cara seperti ini sering disebut dengan istilah “Designtime” atau saat merancang.

Namun jika anda perlu sekali untuk membuat sebuah komponen visual secara runtime, mungkin cara ini adalah cara pragmatis yang tepat untuk anda ikuti. Kali ini kita coba untuk membuat sebuah tombol (TButton) pada saat program dijalankan. Jadi rencananya dengan menekan sebuah tombol yang pasang pada Form pada saat designtime, program akan membuat tombol yang lain. Baik langsung saja.

Letakkan sebuah tombol pada Form utama, kemudian masuklah pada bagian prosedur OnClick tombol tersebut. Pada frame OnClick tersebut masukkan kode berikut:

Pada kode diatas kita menggunakan metode “Create”, dimana sebuah kelas objek  TButton dibuat menggunakan perintah create.  Setelah pemanggilan create, kemudian kita deklarasikan property button yang akan tampil nanti, mulai dari visibilitas, parental,  posisi tombol, lebar, caption, dan tidak tertinggal adalah nama objek itu sendiri. Semua persis seperti kita membuat tombol pada saat designtime, hanya saja kita menuliskan value sebuah objek secara pragmatis melalui sebuah kode.

Jika anda berniat untuk memberikan sebuah aksi pada tombol yang kita buat secara runtime, misalnya pada event OnClick (aksi pada saat tombol di-klik), pertama deklarasikan sebuah prosedur OnClick pada bagian Private Declarations seperti dibawah ini.

setelah itu buatlah prosedur dengan nama KlikTombol seperti kode berikut.

Kemudian tambahkan pada event OnClick tombol “Buat Tombol” sebuah deklarasi event KlikTombol tadi sehingga kodenya akan seperti berikut.

Cukup mudah bukan? Perhatikan sekarang, bagaimana jika tombol “Buat Tombol” di-klik untuk kedua kalinya? Pastinya akan muncul pesan orror bahwa terdapat duplikasi nama sebuah objek. Hal ini memang sangat dilarang dalam Delphi. Untuk jika anda ingin membuat tombol lain secara runtime, anda harus membuat tombol tersebut dengan nama yang unik. Perhatikan contoh kode berikut.

Contoh diatas akan membuat tombol sebanyak 5 kali, kemudian menatanya sedemikian rupa agar tidak bertumpuk dengan memodifikasi properti top dan left tombol. Agar nama objek menjadi unik, kita tambahkan sebuah angka yang diambilkan dari variabel iterasi “i” di belakang value properti Name tombol. Namun tetap saja, jika tombol “Buat Tombol 5” ditekan utuk kedua kalinya akan tetap muncul pesan erorr duplikat  nama objek. Lalu bagaiamana mengatasinya? Tunggu artikel berikutnya…oke :)


Source Code (170kB
)
Download sourcecode Runtime Object Creation<a href=

BelCC 1.1: Menambahkan nama tim dan memilih suara bel

Perangkat lunak pendukung SL-01 Bel Cerdas Cermat Elektronik BelCC 1.1, sebisa mungkin dibuat agar mudah untuk digunakan. Seperti menambahkan nama tim dan memilih suara bel berikut ini, caranya cukup mudah.

Menambahkan nama tim
Seperti yang kita ketahui SL-01 terdiri dari 10 channel tombol bel, artinya dapat digunakan untuk acara kuis atau cerdas cermat hingga 10 peserta. Untuk menambahkan nama tim yang akan bertanding ikuti langkah mudahnya berikut:

  1. Pada layar aplikasi klik kanan kemudian pilih Setup>Team Name.
  2. Kemudian pada window yang keluar, isikan nomor bel/tim pada kolom No., kemudian tuliskan nama tim pada kolom  Nama Team kemudian klik Save untuk menyimpannya. Ingat kolom No. harus sesuai dengan nomor bel masing-masing!
  3. Untuk menghapusnya, klik salah satu nama tim pada daftar dibawahnya kemudian klik Delete.
  4. Jika sudah selesai anda bisa klik OK.

Menambahkan Suara Bel

Suara bel dapat anda pilih 1 dari 3 opsi yang telah disediakan oleh program aplikasi ini. Atau anda dapat menggunakan suara sendiri sesuai selera anda dengan memasukkan file dengan extensi *.wav. Langkah-langkah untuk menambahkan suara bel adalah sebagai berikut:

  1. Pada layar aplikasi klik kanan kemudian pilih Setup>Preferences>Suara Bel.
  2. Pada window yang muncul, pastikan anda centang Gunakan Suara jika anda ingin menggunakan suara bel dan sebaliknya.
  3. Kemudian pilih salah satu tipe suara, 1, 2, 3, atau 4 jika anda ingin menambahkan sendiri.
  4. Jika anda ingin menambahkan suara sendiri klik tombol , kemudian pilih nama file dengan ekstensi *.wav yang ingin anda gunakan.
  5. Anda dapat melakukan test suara dengan menekan tombol Test Suara.
  6. Jika sudah selesai klik OK.

Itulah cara setting beberapa fitur yang ada pada BelCC 1.1. Ada beberapa fitur lain yang disediakan oleh BelCC 1.1 diantaranya Timer untuk menjawab pertanyaan dan pengaturan nama acara dan logo acara. Semuanya cukup mudah digunakan.

BelCC 1.1 – Perangkat Lunak Bel Cerdas Cermat

BelCC IconAnda pengguna modul SL-01 produksi Sonotechno? Sebuah perangkat bel cerdas cermat/kuis modern berbasis PC/komputer. Modul SL-01 didukung dengan BelCC, sebuah perangkat lunak yang digunakan pada sisi komputer, untuk menampilkan urutan penekan bel yang cukup menarik. Beberapa fitur yang terdapat pada Bel CC 1.1 adalah sebagai berikut:

  • Dapat dipilih suara bel sesuai dengan keinginan.
  • Tampilan logo acara
  • Timer menjawab yang dapat diatur menghitung mundur (counting down) atau menghitung naik (counting up), dan dilengkapi dengan suara tanda waktu menjawab habis.

Berikut adalah tampilan utama BelCC 1.1.
BelCC 1.1

Download software BelCC 1.1 disini.

Gerbang OR 3 Input 1 Output Menggunakan Transistor

Rangkaian logika adalah rangkaian yang menerapkan dasar-dasar logika dalam pemakaiannya. Dasar-dasar logika adalah operasi yang menerapkan dua kondisi yaitu HIGH atau “1” dan LOW atau “0”.
Rangkaian logika secara umum menggunakan gerbang-gerbang logika yang terintegrasi dalam satu IC. Tetapi selain IC, rangkaian logika dapat dibangun dari komponen-komponen elektronika dasar seperti resistor, transistor, dioda, saklar, dan relay. Dari rangkaian logika yang menggunakan komponen-komponen tersebut, munculah istilah RTL, DTL dan RDL. Sedangkan yang menggunakan IC terdapat IC jenis TTL dan CMOS.

RTL, DTL dan RDL
RTL ( Resistor Transistor Logic ) merupakan rangkaian logika yang menggunakan komponen – komponen resistor dan transistor. DTL ( Diode Transistor Logic ) adalah rangkaian logika yang menggunakan diode dan transistor sebagai pembangunnya. Sedangkan RDL ( Resistor Diode Logic ) menggunakan resistor dan diode sebagai komponen pembangunnya.

IC TTL dan CMOS
Gerbang – gerbang logika seperti AND, OR dan NOT sudah terintregrasi dalam satu chip IC. IC ini adalah jenis TTL dan CMOS. IC TTL berkode 74xxx seperti 7400, 7404, 7432, dan lain – lain. Sedangkan IC CMOS biasanya berkode 40xx atau 45xx seperti 4000, 4011, 4511 dan sebagainya.
Gerbang – gerbang dasar logika AND, OR, dan NOT. Gerbang – gerbang lainya merupakan pengembangan dari ketiga gerbang dasar tersebut. Misalnya gerbang NAND merupakan perpaduan gerbang AND dan NOT. NAND sendiri merupakan kependekan dari NOT – AND.

Gerbang OR 3 input
Guna membentuk gerbang OR dengan 3 input dengan menggunakan IC gerbang cukup mudah, yaitu hanya cukup menggunakan IC TTL 74LS32. Memang IC ini merupakan IC gerbang OR dengan 2 input 1 output, guna membentuk 3 input perlu menggunakan 2 buah gerbang OR yang disusun seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.
Hal ini sangat berbeda apabila dalam membuat gerbang OR dengan 3 input yang akan digunakan adalah transistor. Pada desain rangkaian ini, selain menggunakan transistor komponen lain yang diperlukan adalah resistor dan diode.

Gambar 1. Gerbang OR 3 input 1 output

Gambar 2. Rangkaian Gerbang OR 3 input 1 output dengan menggunakan Resistor, Diode dan Transistor

Gambar 3. Realisasi Rangkaian Gerbang OR 3 input 1 outputdengan menggunakan Resistor, Diode dan Transistor

Berdasarkan gambar 2 diatas, A,S,D adalah input dari gerbang OR. Prinsip kerja rangkaian ini adalah apabila input sama dengan logika ‘0’ atau low maka diode akan berfungsi sebagai saklar terbuka sedangkan apabila input sama dengan logika ‘1’ atau high diode akan berfungsi sebagai saklar tertutup. Apabila ada salah satu input sama dengan ‘1’ maka transistor akan dibias maju sehingga transistor PNP tidak akan mengalirkan arus dari emitor ke collector maka arus akan mengalir melalui R1 sehingga led akan menyala (Gambar 4).
Tapi apabila semua input sama dengan ‘0’ maka transistor PNP akan dibias reverse dari R3 sehingga arus akan mengalirkan dari emitor ke collector maka led tidak akan menyala (Gambar 7).

Gambar 4. Kondisi salah satu input sama dengan ’1’ atau high


Gambar 5. Rangkaian gerbang OR pada kondisi salah satu input sama dengan ’1’ atau high

Gambar 6. Rangkaian gerbang OR pada kondisi 2 input sama dengan ’1’ atau high

Gambar 7. Kondisi salah satu input sama dengan ’0’ atau low

Gambar 8. Rangkaian gerbang OR pada kondisi semua input sama dengan ’0’ atau low

SL02 – Bel Cerdas Cermat Fastest Push

Setelah sukses dengan modul SL01, kali ini Sonotechno segera mengeluarkan produk baru bel cerdas cermat versi yang kedua, yaitu Bel CC Fastest Push. Modul ini dikembangkan atas dasar kebutuhan user akan bel cerdas cermat tanpa terkoneksi PC, yang tentu saja sesuai dengan motto Sonotechno murah harganya, mudah dan kaya fitur.

Modul SL02 ini masih tetap menggunakan teknologi mikrokontroler untuk menjamin kehandalan sistem. Adapun sistem pada modul SL02 seperti pada gambar berikut.

Gambar 1. Diagram sistem SL02 Bel CC Fastest Push

Sistem SL02 terdiri dari beberapa bagian yang masing-masing mempunyai tugas khusus. Modul SL02 mendukung hingga 5 channel (peserta) bel dengan dilengkapi lampu indikator pada tiap tombol bel yang menunjukkan bahwa channel tersebut yang menekan bel paling cepat. Jika salah satu bel ditekan pertama kali maka tombol bel lain akan dikunci (tidak aktif) dan lampu indikator menyala. Bagian 8 channel current loop driver akan memastikan sinyal yang dikirimkan oleh tombol bel diterima dengan baik meskipun terkoneksi dengan kabel yang panjang (maks. 15 meter).

Bagian berikutnya adalah Latches and Fastest Detector yang berfungsi untuk mengunci dan mendeteksi tombol mana yang paling cepat ditekan. Bagian ini dikembangkan dengan algoritma kode program yang tersimpan pada mikrokontroler, sehingga tetap dapat mengenali siapa yang tercepat hingga orde mikrosekon. Hasil dari detector kemudian akan diterjemahkan dalam kombinasi bit untuk menggerakkan tampilan seven segment sesuai dengan posisi tombol pertama yang ditekan. Indikator ini diletakkan pada meja juri, sehingga juri dapat mengamati siapa penekan tombol yang tercepat. Pada meja juri juga terdapat tombol reset yang berfungsi untuk mereset kondisi bel pada keadaan semula sehingga semua tombol bel dapat aktif kembali.

Sebagai media suara digunakan buzzer yang terhubung dengan driver. Buzzer dapat diletakkan di tengah-tengah arena sehingga dapat terdengar oleh semua peserta sebagai tanda bahwa sebuah tombol bel telah ditekan. Cukup mudah dioperasikan, murah dan cocok untuk kuis skala kecil, seperti pada sekolah atau kampung (RT/RW). Segera…   Disini.