Selamat datang di sonoku.com

Mengenal accelerometer

kapasitif akselerometer

Apa fungsi akselerometer?

Akselerometer (accelerometer) merupakan sebuah peralatan elektromekanik yang digunakan untuk mengukur gaya akselerasi. Alat ini biasa digunakan pada sistem navigasi yang menggunakan inersia dan sistem pengarah (guidance) seperti pada pesawat terbang, atau kapal autopilot. Read More

RFID dan Teknologinya

Teknologi RFID (Radio Frequency Identification) telah diterapkan pada banyak aplikasi misalnya pada sistem pengamanan toko, sistem absensi, sistem pembayaran karcis kereta api, hingga e-KTP. RFID makin banyak digunakan karena sifatnya yang mudah dalam penggunaan, serta tidak memerlukan kontak langsung (contactless) dengan pembacanya (RFID reader). Dari jenisnya sendiri ada 3 macam, yaitu RFID aktif, RFID pasif dan Semi-pasif. RFID aktif memerlukan sumber daya agar dapat memancarkan sinyal radio ke pembaca, biasanya RFID jenis ini digunakan untuk aplikasi yang memerlukan jarak pembacaan yang agak jauh atau membutuhkan sinyal yang kuat seperti dibawah air. RFID pasif tidak memerlukan sumber daya, lebih murah namun jarak pembacaannya lebih dekat sehingga cocok untuk aplikasi yang pembacanya mudah dijangkau seperti pintu masuk stasiun kerta api, absensi, dll. RFID semi-pasif memiliki sumber daya internal, namun untuk membaca data yang terdapat didalamnya, pembaca harus mengirimkan suatu perintah untuk meminta kartu mengirimkan data. Read More

Polisi Tidur Mahasiswa ITS Hasilkan Energi Listrik

TEMPO Interaktif, BANDUNG – Dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengembangkan polisi tidur (police trap) di jalan sebagai penghasil listrik. Alat tersebut bisa dibongkar pasang sesuai keinginan pengguna untuk kebutuhan penerangan jalan atau bangunan. Karya tersebut telah diuji coba sebelum lolos dalam daftar 20 finalis Kontes Inovasi Nasional 2011 di Institut Teknologi Bandung, 4-5 Februari 2011.

Bentuk polisi tidur tersebut dirancang khusus. Di bagian tengah antara tanjakan dan turunan, terdapat papan menyembul yang bagian bawahnya dipasangi pegas baja berjenis helix atau per keong. Tinggi papan itu dari puncak tanjakan atau turunan sekitar 2-3 centimeter. “Tidak menghambat laju kendaraan,” kata anggota Tim Buzz ITS Made Yudithia Krisnabayu kepada Tempo di sela pameran di Campus Center timur ITB. Tiap kali roda mobil atau motor melindas polisi tidur, energi kinetik yang biasanya terbuang ditangkap pegas sebagai energi potensial lalu dialirkan ke generator torsional. Generator sederhana buatan sendiri yang diletakkan di samping papan polisi tidur itu diatur agar bisa menyimpan energi tiap enam lindasan terjadi. “Inovasinya pada penyimpanan energi di generator ini,” ujar Diandra Devia Dewi, anggota tim lainnya. Dari enam kali lindasan mobil atau motor, bisa terkumpul listrik sebesar 10,5 watt. Arus bisa diubah dari AC menjadi DC. Energi itu kemudian ditabung dalam baterai atau aki (accu) sebelum dipakai untuk penerangan jalanan atau gedung. Berapa pun bobot dan kecepatan kendaraan ketika melindas polisi tidur, jumlah daya listrik yang dihasilkan tetap sama. Namun harus dihindari lindasan kendaraan jenis truk agar alat tidak cepat rusak. Idealnya, kata mahasiswi berusia 20 tahun itu, alat tersebut ditempatkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekitar pintu palang tempat parkir, dan kios drive thru. “Listrik yang dihasilkan bisa dipakai untuk menerangi tempat-tempat seperti itu,” tuturnya.

Biaya pembuatan polisi khusus tersebut Rp 1,5 juta per unit. Daya tahannya berkisar 1,5 hingga 2 tahun. Alat itu menurut mereka, jauh lebih murah dibanding biaya pemakaian listrik per tiang lampu jalan yang menyala 10 jam sebesar Rp 2,3 juta per bulan. Setelah nanti dipatenkan, kata Diandra, alat yang digagas dan dikembangkan bersama Harus Laksana Guntur, dosen Bidang Studi Desain Program Studi Teknik Mesin ITS, tersebut rencananya akan ditawarkan ke pemerintah daerah. ANWAR SISWADI.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/02/05/brk,20110205-311230,id.html

Data Logger (bagian 1)

Logging data (data logging) adalah proses otomatis pengumpulan dan perekaman data dari sensor untuk tujuan pengarsipan atau tujuan analisis. Sensor digunakan untuk mengkonversi besaran fisik menjadi sinyal listrik yang dapat diukur secara otomatis dan akhirnya dikirimkan ke komputer atau mikroprosesor untuk pengolahan. Berbagai macam sensor sekarang tersedia. Sebagai contoh, suhu, intensitas cahaya, tingkat suara, sudut rotasi, posisi, kelembaban relatif, pH, oksigen terlarut, pulsa (detak jantung), bernapas, kecepatan angin, dan gerak. Selain itu, banyak peralatan laboratorium dengan output listrik dapat digunakan bersama dengan konektor yang sesuai dengan data logger.

 Data logger (perekam data) adalah sebuah alat elektronik yang mencatat data dari waktu ke waktu baik yang terintegrasi dengan sensor dan instrumen didalamnya maupun ekternal sensor dan instrumen. Atau secara singkat data logger adalah alat untuk melakukan data logging. Read More