<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sonoku.com</title>
	<atom:link href="http://sonoku.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sonoku.com</link>
	<description>Knowledge Sharing</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Feb 2012 08:04:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>SL02 &#8211; Fastest Push Quiz Buzzer, telah diluncurkan!</title>
		<link>http://sonoku.com/product/sl02-fastest-push-quiz-buzzer-telah-diluncurkan/</link>
		<comments>http://sonoku.com/product/sl02-fastest-push-quiz-buzzer-telah-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 08:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Sonotechno]]></category>
		<category><![CDATA[Bel Cerdas Cermat]]></category>
		<category><![CDATA[Bel Kuis]]></category>
		<category><![CDATA[Bel Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Electronics Project]]></category>
		<category><![CDATA[Kit Mikrokontroler]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2466</guid>
		<description><![CDATA[Kini, setelah banyak permintaan baik dari kalangan sekolah, kantor, pemerintahan, maupun perusahaan terhadap bel cerdas cermat tanpa menggunakan komputer (PC), Sonotechno kembali meluncurkan SL02 &#8211; Fastest Push Quiz Buzzer. Dengan tetap mengedepankan motto Sonotechno &#8211; Easy, Cheap, Powerful- SL02 merupakan modul cerdas cermat yang mudah untuk digunakan dan murah harganya. Berikut spesifikasi SL02: Dapat mendeteksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kini, setelah banyak permintaan baik dari kalangan sekolah, kantor, pemerintahan, maupun perusahaan terhadap bel cerdas cermat tanpa menggunakan komputer (PC), Sonotechno kembali meluncurkan SL02 &#8211; Fastest Push Quiz Buzzer.</p>
<p>Dengan tetap mengedepankan motto Sonotechno &#8211; Easy, Cheap, Powerful- SL02 merupakan modul cerdas cermat yang mudah untuk digunakan dan murah harganya.</p>
<p>Berikut spesifikasi SL02:</p>
<ol>
<li>Dapat mendeteksi penekanan tombol tercepat</li>
<li>&#8220;Lock System&#8221;, mengunci tombol lain ketika sebuah tombol ditekan</li>
<li>Untuk 5 tim/regu, tiap tim dengan panjang kabel 5 meter (bisa ditambah)</li>
<li>Display menarik masing-masing tim</li>
<li>Tombol reset</li>
<li>Suara menggunakan Buzzer</li>
</ol>
<p>Kunjungi toko kami untuk pemesanan.</p>
<p><a href="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2012/02/Foto-0041e.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2471" title="Foto-0041e" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2012/02/Foto-0041e-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2012/02/Foto-0036e.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2470" title="Foto-0036e" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2012/02/Foto-0036e-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2012/02/Foto-0025e.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2468" title="Foto-0025e" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2012/02/Foto-0025e.jpg" alt="" width="297" height="223" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/product/sl02-fastest-push-quiz-buzzer-telah-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SL01 &#8211; Kemasan Baru Harga Tetap</title>
		<link>http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/</link>
		<comments>http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 09:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Sonotechno]]></category>
		<category><![CDATA[Bel Cerdas Cermat]]></category>
		<category><![CDATA[Bel Kuis]]></category>
		<category><![CDATA[Bel Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Software bel cerdas cermat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2417</guid>
		<description><![CDATA[SL01 &#8211; Bel Cerdas Cermat Elektronik Modern kini memiliki wajah kemasan (box) baru. Bel yang memiliki cara kerja yang berbeda dengan bel cerdas cermat konvensional, kini hadir dengan kemasan yang tampak lebih simpel namun elegan. Tanpa mengurangi kemudahan pengguna dalam mengoperasikan SL01, kini panel kemasan SL01 lebih kecil , kompak dan kokoh. Warnanya-pun makin menarik, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SL01 &#8211; Bel Cerdas Cermat Elektronik Modern kini memiliki wajah kemasan (box) baru. Bel yang memiliki cara kerja yang berbeda dengan bel cerdas cermat konvensional, kini hadir dengan kemasan yang tampak lebih simpel namun elegan. Tanpa mengurangi kemudahan pengguna dalam mengoperasikan SL01, kini panel kemasan SL01 lebih kecil , kompak dan kokoh. Warnanya-pun makin menarik, dengan ditambah label yang mempermudah pengguna untuk mengenali fungsi masing-masing soket maupun saklar.</p>
<p>Ingin mendapatkan bel cerdas cermat modern ini? Silakan kunjungi<a title="Produk Sonotechno" href="http://sonoku.com/product/sonotechno/" target="_blank"> halaman produk</a>.</p>
<p>Atau jika ada pertanyaan, silakan komentar pada form komentar di bawah.</p>

<a href='http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/attachment/img0646a/' title='IMG0646A'><img width="150" height="150" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG0646A-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG0646A" title="IMG0646A" /></a>
<a href='http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/attachment/img0649a/' title='IMG0649A'><img width="150" height="150" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG0649A-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG0649A" title="IMG0649A" /></a>
<a href='http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/attachment/img0651a/' title='IMG0651A'><img width="150" height="150" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG0651A-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG0651A" title="IMG0651A" /></a>
<a href='http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/attachment/img0648a/' title='IMG0648A'><img width="150" height="150" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG0648A-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG0648A" title="IMG0648A" /></a>
<a href='http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/attachment/img0647a/' title='IMG0647A'><img width="150" height="150" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/10/IMG0647A-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG0647A" title="IMG0647A" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/product/sl01-kemasan-baru-harga-tetap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menginstal VaComm di Delphi</title>
		<link>http://sonoku.com/delphi/cara-menginstal-vacomm-di-delphi/</link>
		<comments>http://sonoku.com/delphi/cara-menginstal-vacomm-di-delphi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 23:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Delphi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2405</guid>
		<description><![CDATA[Komponen ini sangat penting untuk PC komunikasi (antarmuka) dengan hardware eksternal menggunakan port serial (Comm) . Cukup mudah digunakan, dan fiturnya lengkap. Kali ini kita berbicara sedikit tentang cara menginstal komponen-komponen ke VaComm pada Delphi. Kali ini kita mencoba untuk Delphi 7, Delphi versi lain adalah cara yang sama, hanya berbeda dalam file komponennya. Untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S6JqgAfRFhI/AAAAAAAAAB8/n-DC4yc5s7Y/s320/TMS.PNG" border="0" alt="" />Komponen  ini sangat penting untuk PC komunikasi (antarmuka) dengan hardware  eksternal menggunakan port serial (Comm) . Cukup mudah digunakan, dan fiturnya lengkap. Kali ini kita berbicara sedikit tentang cara  menginstal komponen-komponen ke VaComm pada Delphi. Kali ini kita mencoba untuk Delphi 7, Delphi versi lain adalah cara yang  sama, hanya berbeda dalam file komponennya. Untuk mendapatkan komponen,  silahkan download melalui link di bagian akhir artikel ini. Langkah untuk  menginstal VaComm sebagai berikut:</p>
<p>1. Buka Delphi</p>
<p>2. Kemudian langkah berikutnya untuk mengekstrak file ke folder instalasi <strong>tmsa32d7.ZIP</strong> Delphi, misalnya C: \ Program Files \ Borland \ Delphi7 \ tmsa32d7</p>
<p>3. Cari file paket <strong>vacomm7.dpk ,</strong> dan klik ganda.</p>
<p>4. Kembali ke program Delphi, anda akan melihat form berikut</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S6LyEsRFJCI/AAAAAAAAACM/Uoo86C2QniQ/s320/Package.png" border="0" alt="" /> 5. Dalam dialog yang muncul klik tombol <strong>Compile</strong>, kemudian lanjutkan untuk  menginstal VaComm komponen dengan mengklik tombol <strong>Install</strong>.  Akan muncul informasi bahwa komponen telah diinstal.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S5pvlqUd9tI/AAAAAAAAABs/OXoEptlJZPA/s320/Install.png" border="0" alt="" /></p>
<p>6. Berikutnya mencakup proses instalasi dengan memilih <em><strong>File-Tutup Semua</strong></em> pada menu utama Delphi, dan pilih Yes untuk menyimpan file instalasi.</p>
<p>7. Setelah file instalasi disimpan, maka Anda harus mengubah jalur  direktori <strong>library</strong> untuk menunjuk file-file <strong>library</strong> yang Anda hanya  menginstal.  Pilih Tools-Lingkungan Pilihan &#8230;, sehingga Anda akan melihat dialog ini.  Pada dialog muncul, pilih Tab <strong>library</strong>.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://3.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S6egN5QWnjI/AAAAAAAAACk/I6FM3N6lW2s/s320/environment_Library.JPG" border="0" alt="" width="320" height="318" /></p>
<p>8. Selanjutnya, Anda harus menemukan jalur direktori <strong>library</strong> dengan mengklik tombol [...], misalnya C: \ Program Files \ Borland \ Delphi7 \ tmsa32d7</p>
<p>9. Menelusuri jalur direktori <strong>library</strong> Anda, dan klik OK</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S6ehb_YfCKI/AAAAAAAAACs/XsMUV8wxc98/s200/Browse_Library.JPG" border="0" alt="" width="191" height="200" /></p>
<p style="text-align: left;">10. Sekarang, tambahkan path <strong>library</strong> dengan klik tombol &#8220;Add&#8221;.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://4.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S6ejGNvmNMI/AAAAAAAAAC0/jylJYaGyt2c/s320/Added_Library.JPG" border="0" alt="" width="320" height="250" /></p>
<p>11. Selesai</p>
<div>
<p>Setelah proses selesai kita sekarang memiliki tab tambahan bernama TMS Async32 komponen dalam palet komponen.   Good luck!</p>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S5pviP8ZH9I/AAAAAAAAABk/V5PMiO8mfyI/s1600-h/Pallete.png"><img class="aligncenter" src="http://2.bp.blogspot.com/_UyrRKQ7Vuu0/S5pviP8ZH9I/AAAAAAAAABk/V5PMiO8mfyI/s320/Pallete.png" border="0" alt="" width="320" height="46" /></a></div>
<div>
<p><a title="Download File Komponen Vacomm7" href="http://www.ziddu.com/downloadlink/8458645/tmsa32d7.ZIP"><img src="../wp-content/uploads/2010/10/download_button.gif" alt="download Vacomm7" /></a></p>
</div>
<p>tmsa32d7.ZIP  (Delphi 7)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/delphi/cara-menginstal-vacomm-di-delphi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu file .INI?</title>
		<link>http://sonoku.com/delphi/apa-itu-file-ini/</link>
		<comments>http://sonoku.com/delphi/apa-itu-file-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 20:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Basic]]></category>
		<category><![CDATA[Delphi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2392</guid>
		<description><![CDATA[File .INI (file dengan ekstensi .INI) adalah file teks berisi konfigurasi sebuah aplikasi berbasis sistem operasi Windows yang digunakan untuk menyimpan sebuah konfigurasi sebuah aplikasi. Sebenarnya Windows merekomendasikan penggunaan registry untuk menyimpan setting/konfigurasi sebuah aplikasi program, namun penggunaan file .INI dirasa lebih cepat dan mudah untuk diakses. Kata &#8220;INI&#8221; berasal dari &#8220;Initialization&#8221; atau inisialisasi. Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/08/INI.jpg"><img class="size-full wp-image-2396 alignleft" title="INI" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/08/INI.jpg" alt="" width="281" height="103" /></a>File .INI (file dengan ekstensi .INI) adalah file teks berisi konfigurasi sebuah aplikasi berbasis sistem operasi Windows yang digunakan untuk menyimpan sebuah konfigurasi sebuah aplikasi. Sebenarnya Windows merekomendasikan penggunaan registry untuk menyimpan setting/konfigurasi sebuah aplikasi program, namun penggunaan file .INI dirasa lebih cepat dan mudah untuk diakses. Kata &#8220;INI&#8221; berasal dari &#8220;Initialization&#8221; atau inisialisasi. Dengan demikian file INI akan diakses awal ketika sebuah aplikasi dijalankan, namun tidak menutup kemungkinan file diakses atau dimanipulasi pada saat aplikasi berjalan.</p>
<h3>Format File INI</h3>
<p>File INI memiliki struktur/format seperti berikut:</p>
<p><code>[SectionName] </code><br />
<code>keyname1=value </code><br />
<code>;comment </code><br />
<code> keyname2=value<br />
</code></p>
<p>Setiap file INI terdiri dari satu atau lebih Section, tiap Section terdiri dari satu atau lebih Key yang memiliki nilai (Value). <strong>SectionName </strong>ditulis dalam sebuah tanda kurung &#8220;[" dan "]&#8221; dan berdiri sendiri dalam satu baris. Sifat tulisan pada SectionName adalah Case-Sensitive jadi besar kecil huruf penting dan tidak boleh ada spasi.<strong> KeyName </strong>diikuti tanda &#8220;=&#8221; dan sebuah nilai (<strong>Value</strong>), juga ditulis dalam satu baris. <strong>Value </strong>bisa berupa data dengan tipe integer, string, atau boolean. Sebuah komentar<strong> (Comment) </strong>diawali dengan tanda &#8220;;&#8221;<strong>.</strong></p>
<p><strong>Contoh isi File INI</strong></p>
<p>Berikut adalah contoh file INI yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi dari sebuah port serial RS232 dan alamat database.  Jika diperhatikan pada section Database,  file INI digunakan untuk menyimpan sebuah Connection String untuk koneksi database, dan juga untuk menyimpan username dan password yang digunakan untuk mengakses sebuah aplikasi. Jika diperlukan sebuah value dapat di-enkripsi untuk keamanan.<br />
<code><br />
[RS232 Comm]</code><br />
<code> Port=2<br />
Settings=9600,N,8,1<br />
FlowControl=None</code></p>
<p><code>[Database]<br />
<code>CN=Provider=SQLOLEDB.1;Password='';Persist Security Info=True;User ID=sa;Initial Catalog=forklift;Data Source=andyq<br />
NamaUser=´Ï<br />
Password=±ÍÇÂ¹ÞÚÀÁÊÄ</code></code></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/delphi/apa-itu-file-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BelCC 2.2 &#8211; Download gratis</title>
		<link>http://sonoku.com/product/belcc-2-2-download-gratis/</link>
		<comments>http://sonoku.com/product/belcc-2-2-download-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 19:48:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Sonotechno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2373</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa perbaikan pada BelCC2.2: 1. Load logo/picture error 2. Algoritma deteksi tombol cepat Untuk para pengguna SL-01 silakan download gratis BelCC 2.2 di link berikut: Setup file BelCC 2.2]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2010/09/belv1-e1285848184103.jpg" alt="" /></p>
<p>Beberapa perbaikan pada BelCC2.2:</p>
<p>1. Load logo/picture error</p>
<p>2. Algoritma deteksi tombol cepat</p>
<p>Untuk para pengguna SL-01 silakan download gratis BelCC 2.2 di link berikut:</p>
<p><a title="Download File Setup BelCC2.2" href="http://www.ziddu.com/download/16170243/setupBelCC2.2.rar.html"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2010/10/download_button.gif" alt="download BelCC 2.2" /></a></p>
<p>Setup file BelCC 2.2</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/product/belcc-2-2-download-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reinforcement Learning (intro)</title>
		<link>http://sonoku.com/education/lectures-education/reinforcement-learning-intro/</link>
		<comments>http://sonoku.com/education/lectures-education/reinforcement-learning-intro/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 21:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lectures]]></category>
		<category><![CDATA[Robotika]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2335</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Reinforcement Learning? Reinforcement Learning (RL) adalah pembelajaran (learning) terhadap apa yang akan dilakukan (bagaimana memetakan situasi kedalam aksi) untuk memaksimalkan reward. Pembelajar (learner) tidak diberitahu aksi mana yang akan diambil, tetapi lebih pada menemukan aksi mana yang dapat memberikan reward yang maksimal dengan mencobanya. Aksi tidak hanya mempengaruhi reward langsung, tetapi juga situasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Apa itu Reinforcement Learning?</h4>
<p>Reinforcement Learning (RL) adalah pembelajaran (<em>learning</em>) terhadap apa yang akan dilakukan (bagaimana memetakan situasi kedalam aksi) untuk memaksimalkan <em>reward</em>. Pembelajar (learner) tidak diberitahu aksi mana yang akan diambil, tetapi lebih pada menemukan aksi mana yang dapat memberikan <em>reward</em> yang maksimal dengan mencobanya. Aksi tidak hanya mempengaruhi <em>reward</em> langsung, tetapi juga situasi berikutnya, begitu juga semua <em>reward</em> berikutnya. Dua karekteristik inilah (pencarian <em>trial-error</em> dan <em>reward</em> tertunda) yang membedakan RL dengan yang lain.</p>
<p>Agen harus mampu untuk mengindera (<em>sense</em>) keadaan (<em>state</em>) lingkungan luas dan harus dapat mengambil aksi yang mempengaruhi <em>state</em>.</p>
<p>RL berbeda dengan pembelajaran terawasi (<em>Supervised learning</em> ). Pembelajaran terawasi merupakan pembelajaran dari contoh-contoh yang disediakan oleh pengawas luar yang berpengetahuan. Hal ini sangat penting dalam pembelajaran, tapi itu sendiri tidak cukup untuk belajar dari sebuah interaksi. Dalam permasalahan interaksi, hampir tidak mungkin secara praktis mendapatkan contoh dari perilaku yang diinginkan baik yang benar dan mewakili semua situasi dimana agen harus beraksi. Karena itu agen harus belajar dari pengalamannya.</p>
<p>Salah satu tantangan yang muncul dalam RL dan tidak terdapat pada jenis pembelajaran lain adalah eksplorasi dan eksploitasi. Untuk mendapatkan banyak <em>reward</em>, agen RL lebih mementingkan aksi yang telah dicoba waktu lalu dan terbukti efektif menghasilkan <em>reward</em>. Tapi untuk menemukan aksi tersebut, harus mencoba aksi yang belum pernah terpilih sebelumnya. Agen harus mengeksplotasi apa yang telah diketahui untuk mendapatkan <em>reward</em>, tetapi juga harus  mengkeksplorasi untuk membuat pemilihan aksi yang lebih baik kedepannya.</p>
<h4><strong>Elemen RL</strong></h4>
<p>Terdapat empat sub-elemen RL yaitu,<em> </em></p>
<p><em>1. Policy</em></p>
<p><em>“Apa yang akan dilakukan sekarang?</em></p>
<p><em>Policy</em> adalah cara agen berperilaku pada saat waktu yang diberikan. Atau bisa dikatakan, policy adalah pemetaan dari keadaan (<em>state</em>) lingkungan ke aksi yang akan diambil pada saat keadaan tersebut. Dalam beberapa kasus  policy dapat berupa fungsi sederhana atau tabel (<em>lookup table</em>), atau dapat melibatkan komputasi seperti proses pencarian. Policy ini merupakan inti dari RL yang sangat menentukan behavior dari suatu agent.</p>
<p>2. Fungsi <em>Reward </em>(<em>reward function</em>)</p>
<p><em>“Seberapa bagus aksi ini?”</em></p>
<p>Fungsi <em>reward</em> didefinisikan sebagai gol/tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan RL. Atau bisa dikatakan, fungsi tersebut memetakan tiap <em>state</em> yang diterima (atau pasangan keadaan-aksi) dari lingkungan kedalam angka tunggal.</p>
<p>Agen RL bertujuan untuk memaksimalkan perolehan <em>reward</em> selama proses. Fungsi <em>reward</em> mendefinisikan apa yang baik dan apa yang buruk bagi agen.</p>
<p>3. Fungsi nilai (<em>value function</em>)</p>
<p><em>“Seberapa bagus keadaan/state ini?”</em></p>
<p>Fungsi <em>reward</em> mengindikasikan apa yang baik segera, sedangkan fungsi nilai (value function) lebih spesifik ke pada apa yang baik dalam waktu yang panjang. Atau bisa dikatakan, nilai sebuah keadaan (<em>state</em>) adalah jumlah total <em>reward</em> yang bisa dikumpulkan agen hingga masa berikutnya, dimulai dari keadaan (<em>state</em>) tersebut.</p>
<p><em>Reward</em> diberikan langsung oleh lingkungan, sedangkan <em>value </em>harus diestimasi dan diestimasi ulang dari urutan pengamatan agen sepanjang waktu.</p>
<p>4. Model lingkungan (Dinamika Lingkungan)</p>
<p><em>“Apa yang terjadi jika saya lakukan aksi ini”</em></p>
<p>Model lingkungan adalah sesuatu yang menirukan kelakuan sebuah lingkungan. Sebagai contoh, diketahui sebuah keadaan dan aksi, model dapat memprediksikan keadaan selanjutnya dan <em>reward</em> selanjutnya. Elemen ini tidak harus ada, elemen ini digunakan untuk perencanaan (<em>planning</em>) maksudnya adalah berbagai cara dalam memutuskan aksi dengan memperhatikan kemungkinan situasi masa depan, sebelum benar-benar mengalaminya. Kolaborasi <em>planning</em> dan RL merupakan hal baru. Saat ini sistem RL  secara eksplisit merupakan pembelajaran secara <em>trial-and-error.</em></p>
<h4><strong>Interaksi <em>agent</em> dan <em>environment</em></strong></h4>
<p>Pembelajar (<em>Learner</em>) dan pengambil keputusan (<em>decision maker</em>) disebut agen (<em>agent</em>). Segala sesuatu yang berinteraksi dengan agen disebut lingkungan (<em>environment</em>). Agen memilih aksi dan lingkungan merespon kepada aksi tersebut dan memberikan keadaan (<em>state</em>) baru kepada agen. Lingkungan juga menghasilkan <em>reward</em>, nilai numerik tertentu yang coba dimaksimalkan agen tiap waktu.</p>
<p>Secara spesifik, agen dan lingkungan berinteraksi pada tiap urutan langkah waktu diskrit, t = 1, 2, 3,,….Pada tiap langkah t, agen menerima beberapa bentuk keadaan (<em>state</em>) lingkungan, <img class="alignnone size-full wp-image-2346" title="RL1a" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL1a.gif" alt="" width="38" height="21" />, dimana S adalah himpunan semua keadaan yang mungkin, dan berdasarkan itu kemudian memilih sebuah aksi, <img class="alignnone size-full wp-image-2342" title="RL2" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL2.gif" alt="" width="64" height="24" />, dimana <img class="alignnone size-full wp-image-2343" title="RL2a" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL2a.gif" alt="" width="38" height="24" /> adalah himpunan semua aksi yang mungkin pada keadaan <img class="alignnone size-full wp-image-2345" title="RL3a" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL3a.gif" alt="" width="14" height="21" />. Satu langkah kemudian, akibat dari aksi yang diberikan, agen meneriman <em>reward</em> , dan sekarang berada pada keadaan baru .</p>
<p><a href="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2336" title="RL1" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL1-300x127.jpg" alt="" width="300" height="127" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 1.    Interaksi agen dan lingkungan pada RL</p>
<p>Pada tiap langkah, agen mengimplementasikan pemetaaan keadaan (<em>state</em>) ke probabilitas dalam memilih tiap aksi yang mungkin. Pemetaan ini disebut <em>policy</em> agen, dinotasikan dengan <img class="alignnone size-full wp-image-2350" title="RL6" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL6.gif" alt="" width="17" height="21" />, dimana <img class="alignnone size-full wp-image-2351" title="RL7" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL7.gif" alt="" width="50" height="24" />yaitu probabilitas <img class="alignnone size-full wp-image-2352" title="RL8" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL8.gif" alt="" width="38" height="21" /> dimana jika <img class="alignnone size-full wp-image-2348" title="RL9" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL91.gif" alt="" width="36" height="21" />. Metode RL adalah bagaimana agen merubah <em>policy</em> sebagai hasil dari pengalamannya. Tujuan yang ingin dicapai oleh agen adalah memaksimalkan jumlah <em>reward</em> yang diterima selama masa pembelajaran.</p>
<h4><strong><em>Goal</em> dan <em>Rewards</em></strong></h4>
<p>Dalam RL, tujuan adanya agen adalah menerima sinyal <em>reward</em> yang diberikan lingkungan kepada agen. <em>Reward</em> berupa angka sederhana, <a href="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL10.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-2355" title="RL10" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/06/RL10.gif" alt="" width="38" height="21" /></a>. Tujuan agen adalah memaksimalkan jumlah keseluruhan <em>reward</em> yang diterima (bukan <em>reward</em> langsung, tetapi akumulasi) selama pembelajaran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/education/lectures-education/reinforcement-learning-intro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Download Gratis Tutorial Menggambar PCB</title>
		<link>http://sonoku.com/education/download-gratis-tutorial-menggambar-pcb/</link>
		<comments>http://sonoku.com/education/download-gratis-tutorial-menggambar-pcb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 06:27:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Electronic Projects]]></category>
		<category><![CDATA[Lectures]]></category>
		<category><![CDATA[Electronics Project]]></category>
		<category><![CDATA[Free Download]]></category>
		<category><![CDATA[PCB]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2293</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia elektronika dapat dipastikan ada keperluan untuk desain layout PCB (Printed Circuit Board). Kalau dahulu sebelum komputer dapat dengan mudah dan murah dimiliki tiap orang, biasanya membuat papan rangkaian tercetak/PCB secara manual menggunakan spidol tahan air. Kali ini komputer sangat mudah diperoleh, sehingga pekerjaan desain PCB-pun sangat mudah dilakukan orang per orang, bukan lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia elektronika dapat dipastikan ada keperluan untuk desain layout PCB (Printed Circuit Board). Kalau dahulu sebelum komputer dapat dengan mudah dan murah dimiliki tiap orang, biasanya membuat papan rangkaian tercetak/PCB secara manual menggunakan spidol tahan air. Kali ini komputer sangat mudah diperoleh, sehingga pekerjaan desain PCB-pun sangat mudah dilakukan orang per orang, bukan lagi oleh pabrik. Nah kali ini sonoku.com memberikan tutorial gratis merancang PCB menggunakan perangkat lunak komputer yang dapat anda download pada link berikut.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/14511685/diktat-menggambar-teknik.rar.html" target="_blank"><img title="Download Tutorial Membuat PCB" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/04/download_button.gif" alt="Download Tutorial Membuat PCB" /></a><br /> Tutorial Membuat PCB</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/education/download-gratis-tutorial-menggambar-pcb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Tidur Mahasiswa ITS Hasilkan Energi Listrik</title>
		<link>http://sonoku.com/edutechment/polisi-tidur-mahasiswa-its-hasilkan-energi-listrik/</link>
		<comments>http://sonoku.com/edutechment/polisi-tidur-mahasiswa-its-hasilkan-energi-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 05:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edutechment]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2281</guid>
		<description><![CDATA[Dari enam kali lindasan mobil atau motor, bisa terkumpul listrik sebesar 10,5 watt. Arus bisa diubah dari AC menjadi DC. Energi itu kemudian ditabung dalam baterai atau aki (accu) sebelum dipakai untuk penerangan jalanan atau gedung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEMPO Interaktif, BANDUNG  &#8211; Dosen dan mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya mengembangkan polisi tidur (police trap) di jalan sebagai penghasil listrik.  Alat tersebut bisa dibongkar pasang sesuai keinginan pengguna untuk kebutuhan penerangan jalan atau bangunan.  Karya tersebut telah diuji coba sebelum lolos dalam daftar 20 finalis Kontes Inovasi Nasional 2011 di Institut Teknologi Bandung, 4-5 Februari 2011.</p>
<p>Bentuk polisi tidur tersebut dirancang khusus. Di bagian tengah antara tanjakan dan turunan, terdapat papan menyembul yang bagian bawahnya dipasangi pegas baja berjenis helix atau per keong.  Tinggi papan itu dari puncak tanjakan atau turunan sekitar 2-3 centimeter. &#8220;Tidak menghambat laju kendaraan,&#8221; kata anggota Tim Buzz ITS Made Yudithia Krisnabayu kepada Tempo di sela pameran di Campus Center timur ITB.  Tiap kali roda mobil atau motor melindas polisi tidur, energi kinetik yang biasanya terbuang ditangkap pegas sebagai energi potensial lalu dialirkan ke generator torsional. Generator sederhana buatan sendiri yang diletakkan di samping papan polisi tidur itu diatur agar bisa menyimpan energi tiap enam lindasan terjadi. &#8220;Inovasinya pada penyimpanan energi di generator ini,&#8221; ujar Diandra Devia Dewi, anggota tim lainnya.  Dari enam kali lindasan mobil atau motor, bisa terkumpul listrik sebesar 10,5 watt. Arus bisa diubah dari AC menjadi DC. Energi itu kemudian ditabung dalam baterai atau aki (accu) sebelum dipakai untuk penerangan jalanan atau gedung.  Berapa pun bobot dan kecepatan kendaraan ketika melindas polisi tidur, jumlah daya listrik yang dihasilkan tetap sama. Namun harus dihindari lindasan kendaraan jenis truk agar alat tidak cepat rusak.  Idealnya, kata mahasiswi berusia 20 tahun itu, alat tersebut ditempatkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sekitar pintu palang tempat parkir, dan kios drive thru. &#8220;Listrik yang dihasilkan bisa dipakai untuk menerangi tempat-tempat seperti itu,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Biaya pembuatan polisi khusus tersebut Rp 1,5 juta per unit. Daya tahannya berkisar 1,5 hingga 2 tahun. Alat itu menurut mereka, jauh lebih murah dibanding biaya pemakaian listrik per tiang lampu jalan yang menyala 10 jam sebesar Rp 2,3 juta per bulan.  Setelah nanti dipatenkan, kata Diandra, alat yang digagas dan dikembangkan bersama Harus Laksana Guntur, dosen Bidang Studi Desain Program Studi Teknik Mesin ITS, tersebut rencananya akan ditawarkan ke pemerintah daerah. ANWAR SISWADI.</p>
<p>Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/02/05/brk,20110205-311230,id.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/edutechment/polisi-tidur-mahasiswa-its-hasilkan-energi-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data Logger (bagian 2)</title>
		<link>http://sonoku.com/edutechment/data-logger-bagian-2/</link>
		<comments>http://sonoku.com/edutechment/data-logger-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 04:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edutechment]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artkel teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Elektronika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Informatika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2255</guid>
		<description><![CDATA[5. Power Supply Kelebihan yang ada pada data logger yang tidak dimiliki PC adalah kebutuhan akan daya yang kecil. Data logger didesain untuk berkerja pada lokasi remote untuk periode waktu yang lama tanpa menggantungkan pada daya jala-jala listrik AC (Alternating Current). Kebanyakan data logger membutuhkan catu daya 12 Volt DC. Catu daya ini berupa baterai. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>5. Power Supply<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kelebihan yang ada pada <em>data logger</em> yang tidak dimiliki PC adalah kebutuhan akan daya yang kecil. <em>Data logger</em> didesain untuk berkerja pada lokasi remote untuk periode waktu yang lama tanpa menggantungkan pada daya jala-jala listrik AC (A<em>lternating Current</em>). Kebanyakan <em>data logger</em> membutuhkan catu daya 12 Volt DC. Catu daya ini berupa baterai.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapasitas baterai diukur dalam mili-ampere hours (mAh) yang menunjukkan lama waktu baterai dapat menyediakan daya pada beban yang diberikan. Berikut beberapa tipe baterai yang digunakan untuk <em>data logger</em>.</p>
<ol style="margin-left: 54pt;">
<li>
<div style="text-align: justify;">Non-Rechargeable Batteries (Non-isi-ulang)</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Century Schoolbook; text-decoration: underline;">Baterai Lithium<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Baterai non-isi-ulang yang terbaik saat ini, tersedia dalam berbagai ukuran AAA, AA, C, D. Baterai ini memiliki kapasitas yang besar dengan ukuran yang relatif kecil, berkerja baik pada temeratur dingin. Harganya lebih mahal dibanding baterai alkaline dan tidak tersedia dalam ukuran yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Century Schoolbook; text-decoration: underline;">Baterai Alkaline<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu sumber daya yang baik untuk <em>data logger</em>. Baterai alkaline memilii kapasitas yang besar, bekerja baik pada temperatur dingin dan tersedia dalam berbagai ukuran dengan harga yang wajar.</p>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Rechargeable Batteries</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Century Schoolbook; text-decoration: underline;">Sealed Lead Acid Batteries<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">Baterai ini tersedia dalam kapasitas yang besar, bekerja baik pada temperatur dingin dan mempunyai karakterstik pengisian kembali yang baik (bebas memory effect). Baterai ini tersedia secara luas dalam berbagai ukuran dengan harga yang wajar, biasanya digunakan banyak data logger dan membutuhkan sedikit perawatan. Sebuah panel surya dapat dihubungkan pada baterai untuk menjaga agar tetap terisi.</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb1.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 5. Sealed-Lead Acid Battery</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah baterai yang tidak direkomendasikan untuk digunakan pada <em>data logger</em>.</p>
<ol style="margin-left: 54pt;">
<li>
<div style="text-align: justify;">Nickel Cadmium (Ni-Cd)</div>
<p style="text-align: justify;">Merupakan baterai yang agak mahal dan biasanya digunakan pada ponsel, kamera video, laptop, dan perangkat portable lainnya pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Masalah utama pada baterai Ni-Cd adalah sangat rentan depresi pada tegangan, yang dikenal dengan &#8220;<em>memory effect</em>&#8220;. Hal ini timbul saat mengisi baterai sebelum baterai benar-benar kosong, sehingga menyebabkan baterai &#8220;mengingat&#8221; sebagian tingkat pengisian sebelumnya dan akhirnya tidak dapat terisi dengan kapasitas penuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekurangan lain adalah baterai Ni-Cd tidak memiliki kapasitas yang besar, dan dapat rusak oleh panas disebabkan pengisian berlebih.</p>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Nickel Metal Hydride (Ni-MH)</div>
<p style="text-align: justify;">Menggantikan baterai Ni-Cd pada tahun awal 1990-an, lebih baik dari bateri Ni-Cd karena karena tersedia dalam kapasitas yang lebih tinggi dan bebas <em>memory effect</em>, namun bisa rusak oleh panas yang berlebihan dari pengisian yang berlebihan.</p>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Lithium Ion (Li-ion)</div>
<p style="text-align: justify;">Adalah baterai isi ulang terbaik untuk peralatan portabel. Baterai ini memberikan umur panjang dan kapasitas besar dan &#8220;bebas-memori&#8221;. Baterai Li-ion banyak digunakan ponsel, PDA dan komputer laptop.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Penyebab utama kegagalan <em>data logger</em> adalah dari kegagalan baterai.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Port Data Keluaran (Saluran Komunikasi)<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan <em>data logger</em> berkomunikasi dengan PC melalui port serial, dimana dapat mentransmisikan data dalam serial. RS-232 merupakan standar antarmuka antara peralatan terminal data, seperti PC, dan peralatan komunikasi data dengan menggunakan pertukaran data biner, seperti <em>data logger</em> ataupun modem. Data dapat ditransmisikan dalam dua arah, dan banyak logger menggunakan baudrate 9600 sebagai standar kecepatan transmisi. Sejak RS-232 menjadi populer, beberapa modem dapat dikoneksikan dengan <em>data logger</em> untuk mendapatkan data secara remote atau dapat digunakan  untuk memprogram <em>data logger</em>. Baik saluran telepon maupun ponsel dapat digunakan bersamaan dengan <em>data logger</em>, seperti penerima GOES (<em>Geostationary Orbitting Environmental Satellite</em>), penerima dan pemancar satelit LOE (<em>Low Earth Orbiting</em>) dan radio pemancar-penerima.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain RS232 terdapat jenis komunikasi lain yang digunakna data logger untuk berhubungan dengan komputer yaitu:</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align: justify;">Direct backplane interface</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">RS422</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">ST485</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">USB</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">IEEE 1394</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">GPIB</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">SCSI</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">TTL</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Parallel</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Ethernet</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Modem</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">radio / telemetry</div>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb2.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 6. USB data logger</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb3.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 7. Koneksi Parallel</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb4.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 8. Data logger dilengkapi dengan modem GSM</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb5.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 9. Komunikasi data logger menggunakan Telemetery/Radio</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Pelindung/Kemasan<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan data logger  dikemas dalam wadah plastik tahan air. Intrusi air ke dalam sirkuit data logger merupakan penyebab utama data logger kegagalan. Oleh karena itudata logger harus dipasang pada lokasi yang sekering mungkin.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb6.png" alt="" /><br />
<img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb7.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 36pt;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb8.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 36pt;">Gambar 10. Berbagai macam pelindung data logger</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb9.png" alt="" /><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb10.png" alt="" /><strong><br />
<img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb11.png" alt="" /></strong></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 11. Berbagai macam software untuk data logger</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 14pt;"><strong>8. Perangkat Lunak<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perangkat lunak digunakan untuk memprogram dan mengunduh data dari <em>data logger</em>. Fungsi perekaman data seperti kecepatan scan dan skala sensor, waktu rekam, protokol komunikasi dan format keluaran (Excel, ASCII, plot, dll) diprogram menggunakan perangkat lunak pada PC. Kebanyakan logger saat ini menggunakan paket perangkat lunak berbasis Windows dan beberapa telah dikembangkan perangkat lunak untuk dijalankan pada Palm atau perangkat lain. Biasanya satu lisensi berlaku untuk satu logger yang beroperasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi umum dari perangkat lunak data logger adalah:</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">Mengambil data dari sensor secara berkala. Hal ini dimungkinkan untuk mengambil banyak pembacaan pada interval waktu mulai dari beberapa mikrodetik, jam, bahkan berhari-hari.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Menyajikan data dalam bentuk tampilan yang sesuai pada layar PC. Fasilitas mem-plot grafik akan sangat berguna karena komputer dapat menghasilkannya dengan cepat dan emungkinkan perangkat lunak dapat membandingkan beberapa data. Selain itu, perangkat lunak ini dapat menganalisis hasil dan melakukan perhitungan data.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Mencetak data tabel atau grafik pada kertas menggunakan printer yang terhubung pada komputer tersebut.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Menyimpan data pada hardisk komputer untuk penggunaan masa depan.</div>
</li>
</ul>
<h2><span style="color: #ff6600;">Bagaimana Data Logger Bekerja</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Sebuah proses data logging secara umum paling tidak terdiri beberapa bagian berikut seperti pada gambar.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb12.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 12. Proses data logging</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Akuisisi</strong>– pada langkah ini melibatkan sensor. Data logger bekerja menggunakan sensor untuk mengkonversikan fenomena fisik dan stimuli  kedalam sinyal seperti tegangan maupun arus. Sinyal elektronik ini kemudian didigitalisasi kedalam bentuk data biner oleh ADC (<em>Analog to Digital Converter</em>). Data biner sangat mudah dianalisa oleh perangkat lunak (software) dan disimpan dalam memori.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Online Analysis</strong> – pada langkah ini termasuk analisis yang akan dilakukan sebelum menyimpan data. Salah satu contohnya adalah mengkonversi tegangan hasil pengurkuran kedalam bentuk satuan yang lebih spesifik, misalnya temperatur – Celsius. Kita dapat melakukan kalkulasi yang komplek dan kompresi data sebelum menyimpannya (logging).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Log</strong> &#8211; <span style="background-color: white;">Langkah ini mengacu pada penyimpanan data dianalisis termasuk format yang diperlukan untuk file data. Biasanya data dari hasil analisis online disimpan dalam memory card untuk kemudian disimpan ke database di komputer.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Century Schoolbook; background-color: white;"><strong>Offline Analysis &#8211; </strong>langkah ini mencakup analisis yang dilakukan setelah menyimpan data. Sebuah contoh umum adalah mencari tren data historis atau reduksi data, smoothing, estimasi, atau prediksi.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="background-color: white;"><strong>Displaying, Sharing, Reporting &#8211; </strong>langkah ini mencakup pembuatan laporan yang kita butuhkan untuk menyajikan data. Namun, perhatikan bahwa gambar di atas menunjukkan kita juga dapat menyajikan data langsung dari analisis online. </span>Ini merupakan kemampuan untuk memantau dan melihat data saat kita memperoleh dan menganalisis itu disamping untuk hanya melihat data historis.<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<h2><span style="color: #ff6600;">Topologi Data Logger</span></h2>
<ol>
<li>Stand Alone</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Perangkat stand alone dapat secara kontinyu mengukur dan menyimpan data tanpa koneksi ke PC. Data yang disimpan oleh stand-alone data logger biasanya diunduh ke komputer untuk analisis yang lebih rinci dan pelaporan, meskipun beberapa data logger terintegrasi degan pengolah data yang canggih dan kemampuan analisa dan dapat melaksanakan beberapa fungsi kontrol seperti mengaktifkan alarm atau saklar.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena keterbatasan masa baterai dan ruang penyimpanan, stand alone data logger cenderung memiliki jumlah saluran yang lebih sedikit. Salah satu fitur utama dari data logger portabel adalah bahwa mereka menggunakan daya yang lebih kecil dan dikemas dalam pelindung yang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center; margin-left: 21pt;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb13.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 21pt;">Gambar 19. Stand Alone Data Logger</p>
<ol>
<li>PC-Based</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Data logger berbasis PC (<em>PC-Based data logger</em>) menggunakan komputer, biasanya PC, untuk mengumpulkan data melalui sensor dalam rangka menganalisis dan menampilkan hasilnya. Sistem data logger juga dapat menyediakan fitur tambahan seperti perhitungan waktu proses pemantauan alarm nyata dan kontrol. SCADA (Supervisory Control Dan Data Acquisition) merupakan evolusi lebih lanjut dari sistem data logger berbasis komputer, dimana data disajikan dalam bentuk grafis sehingga operator dapat mengawasi percobaan atau proses.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena fleksibilitas dari data logger berbasis komputer,  mereka sekarang digunakan dalam berbagai aplikasi dan industri. Sistem data logger memiliki skalabilitas yang tinggi dan setidaknya 8 input hingga ribuan.<br />
Peralatan dasar untuk pengukuran berbasis komputer terdiri dari sensor, unit scanner atau pengukuran komputer dan beberapa perangkat lunak aplikasi yang dirancang untuk data logging aplikasi. Biasanya, sensor yang dipasang ke perangkat sinyal input-output yang pada gilirannya dihubungkan ke komputer menggunakan port standar seperti RS232, Ethernet atau USB. Atau dipasang langsung ke bus komputer. Sebagai tambahan, printer juga berguna untuk membuat grafik cetak atau laporan. Perangkat lunak yang teradapat pada komputer biasanya digunakan untuk mengelola pengumpulan data, display, penyimpanan dan analisis dan transmisi data. Sistem data logger berbasis komputer dapat sub kategori untuk menjadi baik terpusat atau terdistribusi</p>
<p style="text-align: center; margin-left: 21pt;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb14.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 21pt;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb15.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 21pt;">Gambar 20. PC-Based Data Logger</p>
<h2><span style="color: #ff6600;">Aplikasi Data Logger</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Beberapa aplikasi yang menerapkan data logger antara lain:</p>
<ul>
<li>
<div>Industri</div>
<ul>
<li>SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)</li>
</ul>
</li>
<li>
<div>Lingkungan</div>
<ul>
<li>Perekaman data hidrografi , seperti level air, kedalaman sungai, aliran air, ph, konduktivitas air,dll.</li>
</ul>
</li>
<li>
<div>Kendaraan</div>
<ul>
<li>Uji kendaraan</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb16.png" alt="" /></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">Gambar 21. Uji kendaraan</p>
<ul>
<li>
<div>Weather / meteorology</div>
<ul>
<li>
<div>Stasiun cuaca (weather station) misalnya untuk merekam kecepatan angin, arah angin, temperatur, kelembaban relatif, radiasi matahari, dll</div>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/012011_0415_DataLoggerb17.png" alt="" /></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">Gambar 22. Weater station</p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<h2 style="text-align: justify; margin-left: 14pt;"><span style="color: #ff6600;">Daftar Pustaka</span></h2>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Data_logger">[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Data_logger</a></p>
<p><a href="http://www.data-acquisition.us/data-loggers-recorders.html">[2] http://www.data-acquisition.us/data-loggers-recorders.html</a></p>
<p><a href="http://www.hydroserv.com.au/products/mpdf/mml1.pdf">[3] http://www.hydroserv.com.au/products/mpdf/mml1.pdf</a></p>
<p><a href="http://www.ekopower.nl/pdf/EKO21-sheet.pdf">[4] http://www.ekopower.nl/pdf/EKO21-sheet.pdf</a></p>
<p><a href="http://www.measurementsystems.co.uk/Data-Logging/Introduction-to-Data-Logging_c68_72/">[5] http://www.measurementsystems.co.uk/Data-Logging/Introduction-to-Data-Logging_c68_72/</a></p>
<p><a href="http://www.buzzle.com/articles/what-is-data-logger.html">[6] http://www.buzzle.com/articles/what-is-data-logger.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/edutechment/data-logger-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data Logger (bagian 1)</title>
		<link>http://sonoku.com/edutechment/data-logger-bagian-1/</link>
		<comments>http://sonoku.com/edutechment/data-logger-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 15:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edutechment]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Artkel teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Elektronika Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Informatika Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonoku.com/?p=2231</guid>
		<description><![CDATA[Logging data (data logging) adalah proses otomatis pengumpulan dan perekaman data dari sensor untuk tujuan pengarsipan atau tujuan analisis. Sensor digunakan untuk mengkonversi besaran fisik menjadi sinyal listrik yang dapat diukur secara otomatis dan akhirnya dikirimkan ke komputer atau mikroprosesor untuk pengolahan. Berbagai macam sensor sekarang tersedia. Sebagai contoh, suhu, intensitas cahaya, tingkat suara, sudut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Logging data (<em>data logging</em>) adalah proses otomatis pengumpulan dan perekaman data dari sensor untuk tujuan pengarsipan atau tujuan analisis. Sensor digunakan untuk mengkonversi besaran fisik menjadi sinyal listrik yang dapat diukur secara otomatis dan akhirnya dikirimkan ke komputer atau mikroprosesor untuk pengolahan. Berbagai macam sensor sekarang tersedia. Sebagai contoh, suhu, intensitas cahaya, tingkat suara, sudut rotasi, posisi, kelembaban relatif, pH, oksigen terlarut, pulsa (detak jantung), bernapas, kecepatan angin, dan gerak. Selain itu, banyak peralatan laboratorium dengan output listrik dapat digunakan bersama dengan konektor yang sesuai dengan data logger.</p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Data logger</em> (perekam data) adalah sebuah alat elektronik yang mencatat data dari waktu ke waktu baik yang terintegrasi dengan sensor dan instrumen didalamnya maupun ekternal sensor dan instrumen. Atau secara singkat data logger adalah alat untuk melakukan data logging.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya ukuran fisiknya kecil, bertenaga baterai, portabel, dan dilengkapi dengan mikroprosesor, memori internal untuk menyimpan data dan sensor. Beberapa <em>data logger</em> diantarmukakan dengan komputer dan menggunakan <em>software </em>untuk mengaktifkan <em>data logger</em> dan melihat dan menganalisa data yang terkumpul, sementara yang lain memiliki peralatan antarmuka sendiri  (<em>keypad </em>dan <em>LCD</em>) dan dapat digunakan sebagai perangkat yang berdiri sendiri (<em>Stand-alone device</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu keuntungan menggunakan <em>data logger</em> adalah kemampuannya secara otomatis mengumpulkan data setiap 24 jam. Setelah diaktifkan, <em>data logger</em> digunakan dan ditinggalkan untuk mengukur dan merekam informasi selama periode pemantauan. Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang kondisi lingkungan yang dipantau, contohnya seperti suhu udara dan kelembaban relatif.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb1.png" alt="" /></p>
<div style="text-align: center;">Gambar 1. Perangkat Data logger [7]</div>
<p>Dalam Artikel Ini</p>
<p style="margin-left: 28pt;"><a href="#_Toc282408673"> Perbedaan Data logger dengan Sistem Data Akuisisi </a></p>
<p style="margin-left: 28pt;"><a href="#_Toc282408674">Bagian dan Fungsi </a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408675">1.    Saluran Masukan (<em>input channel</em>) </a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408676">2.    Analog to Digital Converter (ADC) </a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408677">3.    Microprocessor/Mikrokontroler</a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408678">4.    Memory</a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408679">5.    Power Supply</a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408680">6.    Port Data Keluaran (Saluran Komunikasi</a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408681">7.    Pelindung/Kemasan</a></p>
<p style="margin-left: 28pt; padding-left: 30px;"><a href="#_Toc282408682">8.    Perangkat Lunak</a></p>
<p style="margin-left: 28pt;"><a href="#_Toc282408683">Bagaimana Data Logger Bekerja</a></p>
<p style="margin-left: 28pt;"><a href="#_Toc282408684">Topologi Data Logger</a></p>
<p style="margin-left: 28pt;"><a href="#_Toc282408685">Daftar Pustaka</a></p>
<p style="margin-left: 28pt;">
<h2><span style="color: #ff6600;">Perbedaan Data logger dengan Sistem Data Akuisisi [1]</span></h2>
<p style="text-align: justify;"><span style="background-color: white;">Istilah logging data dan data a</span>kuisisi sering digunakan secara bergantian. Namun, dalam konteks sejarah mereka cukup berbeda. Sebuah <em>data logger</em> adalah sebuah sistem akuisisi data, tetapi sistem akuisisi data tidak selalu merupakan <em>data logger</em>.</p>
<ul style="margin-left: 56pt;">
<li>
<div style="text-align: justify;"><em>Data logger</em> biasanya memiliki <em>sampel rates</em> yang lebih lambat. Sebuah <em>sample rate</em> maksimum 1 Hz dapat dianggap sangat cepat untuk <em>data logger</em>, namun untuk sistem akuisisi data ini bisa dikatakan sangat lambat.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><em>Data logger</em> secara implisit merupakan perangkat yang berdiri sendiri, sementara sistem data akuisisi harus tetap dihubungkan ke sebuah komputer untuk memperoleh data. Aspek berdiri sendiri dari <em>data logger</em> membutuhkan memori yang digunakan untuk menyimpan data yang diperoleh. Kadang-kadang memori ini sangat besar untuk menampung beberapa hari, atau bahkan berbulan-bulan, rekaman tanpa pengawasan. Memori ini mungkin ditunjang dengan baterai untuk akses RAM, flash memori atau EEPROM. Sebelumnya data yang dikumpulkan disimpan pada pita magnetik, pita kertas, atau langsung dapat dilihat seperti pada &#8220;<em>strip chart recorder</em>&#8220;.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><em>Data logger</em> biasanya dilengkapi dengan Real-Time Clock (RTC) didalamnya sehingga dapat ditampilkan waktu dan tanggal sampling untuk memastikan bahwa setiap data yang dicatat sesuai dengan tanggal dan waktu akuisisi.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><em>Data logger</em> bervariasi macamnya dari <em>single-channel input</em> sederhana hingga instrumen <em>multi-channel</em> yang kompleks. Biasanya, perangkat yang lebih sederhana fleksibilitas pemrogramannya juga kurang. Beberapa instrumen yang lebih canggih memungkinkan untuk perhitungan <em>cross-channel</em> dan alarm berdasarkan kondisi yang telah ditentukan. <em>Data logger</em> yang terbaru dapat melayani halaman web, yang memungkinkan banyak orang untuk memantau sistem jarak jauh.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Sifat tanpa pengawasan dari aplikasi <em>data logger</em> banyak menyiratkan kebutuhan dalam beberapa aplikasi untuk beroperasi menggunakan sumber listrik DC, seperti baterai. Tenaga surya dapat digunakan untuk melengkapi sumber-sumber daya. Hal ini membuat produsen harus dapat memastikan bahwa <em>data logger</em> yang dipasarkan sangat hemat daya dibandingkan dengan jika menggunakan komputer. Dalam banyak kasus <em>data logger</em> diharuskan untuk bekerja dalam kondisi lingkungan yang ekstrim dimana komputer tidak akan berfungsi sehandal itu.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Sifat tanpa pengawasan juga menyatakan bahwa <em>data logger</em> harus sangat dapat diandalkan. Karena <em>data logger</em> dapat beroperasi untuk waktu yang lama tanpa henti dengan sedikit atau tanpa pengawasan manusia, dan dapat dipasang di lokasi kasar atau terpencil, sangat penting bahwa selama <em>data logger</em> memiliki daya, alat tersebut tidak akan gagal untuk mengumpulkan data dalam situasi apapun.</div>
</li>
</ul>
<h2><span style="color: #ff6600;">Bagian dan Fungsi</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Secara umum bagian data logger yang paling sederhana tampak pada gambar berikut ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb2.png" alt="" /></p>
<div style="text-align: center;">Gambar 1. Diagram Blok Data Logger</div>
<p style="text-align: center;">
<h3 style="text-align: justify;"><strong>1. Saluran Masukan (<em>input channel</em>)</strong></p>
<p><strong> </strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Keluaran dari sensor dihubungkan pada saluran masukan pada <em>data logger</em>. Sebuah saluran terdiri dari rangkaian yang dirancang untuk menyalurkan sinyal dari sensor (umumnya tegangan atau arus) ke prosesor. Sebuah <em>data logger</em> dapat mempunyai beberapa macam saluran, dari satu saluran (<em>single channel</em>) hingga banyak saluran (<em>multi-channel</em>). Tiap saluran untuk dihubungkan dengan satu sinyal keluaran sensor. Umumnya, sebuah <em>multi-channel</em></p>
<p><em>data logger</em> memiliki 4 hingga 16 saluran.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tiga tipe saluran pada <em>data logger</em> multi-saluran, yaitu</p>
<div style="text-align: justify; padding-left: 30px;">
<p><strong>a. Saluran Analog (<em>Analog Channel</em>)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Saluran analog adalah tipe saluran masukan yang paling banyak terdapat pada <em>data logger</em> multi-saluran dimana kebanyakan sensor yang dihubungkan memiliki keluaran analog. Sebuah sensor mengeluarkan keluaran berupa sinyal, biasanya tegangan (dalam mV), yang proporsional terhadap sebuar parameter lingkungan yang diukur, misalnya temperatur. Secara grafis, hubungan antara tegangan dan temperatur udara, adalah sebuah kurva mulus atau garis lurus (linier). Sebagai contoh, sebuah sensor temperatur memiliki rentang dari 0 – 100 derajat Celcius dan tegangan keluaran sebesar 0 – 5 Volt</p>
<div style="text-align: justify; padding-left: 30px;">
<p><strong>b. Saluran Digital (<em>Digital Channel</em>)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Saluran digital merupakan tipe kedua yang paling banyak digunakan pada <em>data logger</em> multi-saluran. Karakteristik utama dari sinyal digital adalah bertambah atau berkurang pada interval yang tetap. Secara grafik, kurva dari sinyal digital bertambah atau berkurang seperti bentuk tangga. Sebagai contoh, pada sensor kecepatan angin terdiri dari sebuah saklar yang menutup setiap kali sensor ber-revolusi. Oleh karena itu, jika sensor hanya melakukan hanya ¾ putaran saklar tidak akan menutup. Secara grafis, hubungan antara penutupan saklar dengan kecepatan angin tidak linier. Dengan mengetahui karakterstik sensor, faktor kalibrasi, dan jika penutupan diukur dlam interval yang tetap, maka kecepatan angin dapat dihitung. Sebagai contoh, 100 revolusi per menit setara dengan 5 km/jam dan 200 revolusi akan setara dengan 10 km/jam.</p>
<div style="text-align: justify; padding-left: 30px;">
<p><strong>c. SDI (Serial Data Interface)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">SDI-12 adalah singkatan dari &#8220;<em>Serial Data Interface at 1200 Baud</em>&#8220;. SDI-12 adalah, asynchronous ASCII, protokol komunikasi serial yang dikembangkan untuk instrumen sensor cerdas yang biasanya memonitor data lingkungan. Instrumen ini biasanya daya rendah (12 volt), sering digunakan di lokasi terpencil, dan biasanya berkomunikasi dengan data logger atau perangkat data akuisisi. Merupakan standar antarmuka <em>data logger</em> dengan sensor berbasis mikroprosesor didesain khusus untuk Enviromental Data Acquisition (EDA). Sebagai contoh, sebuah sensor tekanan SDI-12 dapat mengambil sebuah data serial pengukuran tekanan, membuat rata-rata, kemudian mengeluarkan data tekanan berupa psi, bar, atau milibar ke <em>data logger</em>.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Dalam konfigurasi master-slave, data logger atau perangkat data akuisisi biasanya bertindak sebagai master (SDI-12 Perekam dan Interogator) untuk instrumen data pemantauan, yang merupakan slave (SDI-12 sensor). Satu master dapat berkomunikasi dengan beberapa slave, sehingga SDI-12 protokol mensyaratkan bahwa setiap perangkat dalam jaringan serial diidentifikasi dengan alamat yang unik, yang diwakili oleh karakter ASCII tunggal.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Keuntungan dari ini adalah kemampuan untuk menggunakan saluran data tunggal untuk banyak sensor (Dalam banyak kasus seorang teknisi mungkin ingin mengatur sensor lebih tetapi dibatasi oleh jumlah saluran analog yang mungkin tersedia pada Data Logger tertentu). Keuntungan lain yang populer adalah kemampuan untuk antarmuka peralatan lain yang tidak kompatibel. Hal ini memungkinkan banyak sensor untuk digunakan pada sejumlah saluran, mengirimkan jarak yang lebih jauh dan menghemat daya. SDI-12 juga memiliki keterbatasan, yaitu mengambil sekitar 20-30 detik untuk mengambil pengukuran.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb3.png" alt="" /></p>
<div style="text-align: center;">Gambar 2. SDI -12 Sensor Connection</div>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Komunikasi SDI-12 ditransmisikan dalam ASCII pada baudrate 1200 dengan 7 bit data dan bit paritas genap. Sebuah sinyal <em>break</em> serial dikirim oleh master sebelum setiap SDI-12 Request mengingatkan para slave tersambung komunikasi yang akan datang. Hanya slave yang alamatnya sesuai dengan alamat dalam <em>request</em> yang dikirim harus merespon.</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">SDI-12 sangat ideal digunakan untuk aplikasi dengan kebutuhan :</p>
<ul style="margin-left: 63pt;">
<li>
<div style="text-align: justify;">Operasi yang dicatu dengan baterai (12V) dengan arus drain minimal.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Penggunaan perekam data (<em>data recorder</em>) dengan multi-sensor menggunakan kabel tunggal.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;">Digunakan bersama dengan sensor berbasis mikroprosesor yang melakukan sebuah algoritma kalibrasi yang komplek, atau membuat komputasi internal seperti kompensasi temperatur.</div>
<p style="text-align: justify;">
</li>
</ul>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>2. Analog to Digital Converter (ADC)</strong></p>
<p><strong> </strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Semua sinyal sensor, baik analog, digital dan SDI-12, harus dirubah dalam format biner dengan tujuan agar <em>data logger</em> dapat merekamnya. Untuk masukan berupa sensor-sensor analog, data logger perlu ADC untuk mengubah tegangan analog menjadi data digital agar mudah untuk diolah. Sebelum memasuki ADC data diperkuat oleh sebuah amplifier dan diseleksi melalui multiplekser (untuk multi-channel data logger). ADC memegang peranan penting dalam pra-pengolahan data sensor, dan juga akan menentukan resolusi pengukuran.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>3. Microprocessor/Mikrokontroler</strong></p>
<p><strong> </strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Mikroprosesor pada <em>data logger</em> didesain untuk melakukan beberapa operasi aritmatika dan logika. Secara umum operasi mikroprosesor termasuk penambahan, pengurangan, membandingkan dua angka, memindah angka dari satu area ke yang lain. Operasi tersebut merupakan hasil dari seperangkat instruksi yang merupakan bagian dari perancangan mikroprosesor. Saat <em>data logger</em> dihidupkan, mikroprosesor dirancang untuk mendapatkan perintah dari sitem operasi yang diisikan pada memori <em>data logger</em>. Sistem operasi ini nantinya akan mengarahkan mikroprosesor dan memberikan instruksi tersebut untuk dilakukan. Sistem operasi dari mikroprosesor biasanya tersimpan pada EEPROM.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>4. Memory</strong></p>
<p><strong> </strong></h3>
<p style="text-align: justify; margin-left: 21pt;">Dua tipe memori yang digunakan pada <em>data logger</em> adalah:</p>
<div style="text-align: justify; padding-left: 30px;">a. RAM (Random Access Memory)</div>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Tidak seperti RAM pada PC yang digunakan sebagai &#8220;Workshop area&#8221;- digunakan hanya pada saat bekerja, <em>data logger</em> dapat menggunakan RAM untuk menyimpan data (yang dibaca dari saluran masukan). Chip RAM tidak mahal tetapi memerlukan baterai cadangan untuk menahan data agar tidak hilang.</p>
<div style="text-align: justify; padding-left: 30px;">b. EEPROM (<em>Electrically Erasable &amp; Programmable Read Only Memory</em>)</div>
<p style="text-align: justify;">Dikembangkan untuk <em>data logger</em> pada akhir 1980-an EEPROM tidak memerlukan baterai cadangan. Kebanyakan <em>data logger</em> menggunakan EEPROM untuk baik untuk menyimpan sistem operasi mikroprosesor maupun menyimpan data. EEPROM dapat diprogram, dibaca (data yang tersimpan) dan dihapus melalui port serial PC. <em>Data logger</em> juga dapat menggunakan kartu data PCMCIA sebagai memori, kartu ini terdapat EEPROM.</p>
<p style="text-align: justify;">Data logger dapat menggunakan memori internal maupun eksternal untuk menyimpan data. Biasanya data logger menggunakan SD Card, MMC, Compact Flash (CF) sebagai media penyimpan data eksternal.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb4.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">SD Card</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb5.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: center;">MMC</p>
<p style="text-align: center; margin-left: 65pt;"><img class="aligncenter" src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb6.png" alt="" /></p>
<p style="margin-left: 65pt; text-align: center;">CF</p>
<div style="text-align: center;">Gambar 3. Berbagai macam memory card untuk data logger</div>
<p style="text-align: justify; margin-left: 18pt;">
<p style="text-align: center;"><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb7.png" alt="" /><img src="http://sonoku.com/wp-content/uploads/2011/01/011211_1531_DataLoggerb8.png" alt="" /></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 54pt;">
<div style="text-align: center;">Gambar 4.  Data logger dengan eksternal memory</div>
<p><strong>Bersambung…</strong></p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Data_logger">[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Data_logger</a></p>
<p><a href="http://www.data-acquisition.us/data-loggers-recorders.html">[2] http://www.data-acquisition.us/data-loggers-recorders.html</a></p>
<p><a href="http://www.hydroserv.com.au/products/mpdf/mml1.pdf">[3] http://www.hydroserv.com.au/products/mpdf/mml1.pdf</a></p>
<p><a href="http://www.ekopower.nl/pdf/EKO21-sheet.pdf" target="_blank">[4] http://www.ekopower.nl/pdf/EKO21-sheet.pdf</a></p>
<p><a href="http://www.measurementsystems.co.uk/Data-Logging/Introduction-to-Data-Logging_c68_72/" target="_blank">[5] http://www.measurementsystems.co.uk/Data-Logging/Introduction-to-Data-Logging_c68_72/</a></p>
<p><a href="http://www.buzzle.com/articles/what-is-data-logger.html" target="_blank">[6] http://www.buzzle.com/articles/what-is-data-logger.html</a></p>
<p><a href="http://zone.ni.com/devzone/cda/tut/p/id/2946" target="_blank">[7] http://zone.ni.com/devzone/cda/tut/p/id/2946</a></p>
<p><span style="font-family: Century Schoolbook;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonoku.com/edutechment/data-logger-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

