Selamat datang di sonoku.com

Uji coba ROV di Danau Teluk Mata Ikan – Hari 1

Setelah melakukan beberapa pengujian di lab, waktunya untuk uji lapangan. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengamati kemampuan ROV untuk menyelam. Desain awal ROV menggunakan pelampung diatasnya untuk mengimbangi berat ROV yang hampir 7 kg agar mendapatkan zero buoyancy.

Menggunakan mobil pickup tim berangkat dari lab ke lokasi sekitar jam 3. Lokasi yang dipilih waktu itu adalah sebuah danau kecil di kampung teluk mata ikan, Nongsa. Setelah perjalanan sekitar 30 menit akhirnya sampai juga di lokasi uji. Medannya tidak terlalu sulit, hanya agak sempit karena melewati jalan kampung. Mobil tim juga sempat terjebak di pasir dekat danau saat kami coba untuk pindah lokasi setup ROV.

Segera setelah mendapatkan tempat setup yang tepat, tim dibagi tugas. Ada yang mengisi lambung pelampung, ada yang memprogram, ada yang memasang motor dan propellernya, ada yang memasang kabel theter. Sepertinya memang belum bisa langsung beraksi, masih ada beberapa hal yang diperbaiki.

Tim sedang menyiapkan ROV (dari kiri: Ferdy, Thoriq, Ravi, Eric, Imam)

Persiapan membutuhkan waktu satu jam lebih, waktu yang cukup lama dan memang masih banyak hal yang masih perlu dibenahi. Salah satu propeler dari motor thruster belum dipasang, dan untuk memasangnya kami harus membesarkan lubang propeler menggunakan bor listrik. Rangkaian elektronik (payload) juga belum terpasang didalam lambung, program kontroler-pun masih perlu perbaikan. Percobaan hari pertama ini memang tidak dipersiapkan dengan baik di laboratorium.

Beberapa kali mencoba kontrol setelah payload dimasukkan ke dalam lambung selalu gagal. Pertama lupa menekan tombol aktivasi power ESC, alhasil mikrokontroler berhasil terkoneksi, tapi motor tidak mau berputar. Untuk memperbaiki ini, kami harus mengeluarkan payload dari lambung. Untuk mengeluarkan tidak mudah, karena harus hati-hati agar kabel tidak putus dan seal waterproof tidak rusak akibat memutar tutup lambung. Selain itu, membukanya membutuhkan tenaga yang luar biasa ;), karena tutup lambung tertutup cukup rapat untuk memastikan air tidak masuk kedalamnya. Setelah tombol power motor diaktifkan dan tutup dipasang kembali, test kontrol dilakukan kembali. Kali ini, kontroler tidak terkoneksi. Kontroler tidak dapat diakses melalui laptop, meskipun power sudah aktif. Wahh…lagi-lagi, harus bongkar lambung payload. Kali ini masalahnya adalah, konektorkabel¬† komunikasi data yang tidak terkoneksi dengan baik. Konektor longgar karena terlalu sering dicabut-pasang. Dari pengalaman ini, kami tahu masih perlu perbaikan desain konektor pada lambung yang mudah, kuat namun tahan air (waterproof), meskipun sebenarnya desain ROV ini sudah lebih baik dari yang versi sebelumnya (IwakSegoro v1.0).

Pengisian tabung buoyancy juga membutuhkan waktu yang lama, selain volume yang harus diisi air cukup besar, lubang pengisian yang kecil, pompa untuk mengisi juga memiliki kemampuan dorong yang lemah.

Hari sudah mulai gelap, hari ini kami belum bisa melakukan percobaan di dalam air. Masih banyak yang harus diperbaiki, seperti konektor dan beberapa kabel yang putus. Akhirnya kami kembali pulang ke lab, dan melanjutkan percobaan kembali esoknya.

Programming the ROV
Payload Hull Setup
Seriously!
Team and the local resident

 

Comments

comments

Leave a Reply